Saya terkejut.benar-benar terkejut. Tapi tak ada ekspresi menggelegar dari raut wajah saya.saya hanya terdiam.membisu.senyap.tak ada kata.sunyi sama sekali. Tak mempercayai bahwa Tuhan sedang bermain cerita dengan hambaNYa.saya sungguh tak sadar dengan ini.
“siapkan dari sekarang.empat hari lagi kamu harus ke bandung.ambil folmulir SPMB.Semuanya geratis dan dibiayai oleh negara” Pak Tri sungguh memberi rasa optimis pada saya.namun saya tak menyadarinya.ya, karena pikiran saya masih berkutat pada Ibu kota Jakarta yang serba gemerlap. Yang ada hanya Monas,bundaran HI,Ancol sampai dufan.
“Ba..ba..baaaik pak!”saya lesu menjawab.
Ada keterkejutan yang tak kepalang saat saya mendengar kata Bandung.Kota yang asing bagi saya sama sekali. Kota yang selalu saya dengar dari bait lagu kidung nenek ketika saya masih kecil.
“Nelengnengkung...nelengnengkung...geura geudeu geura jangkung geura sakola ka bandung.geura nyaah ka indung” begitu kiranya
Kota yang hanya saya kenal lewat lagu “Halo-halo Bandung” ketika SD sampai SMP. Bandung yang kata orang kota kembang.indah.sejuk dan menawan.Kota kenang-kenangan.
“Ini suratnya.Kamu baca dan pelajari” pak Tri masih dengan sikap tegasnya. Seolah ingin membakar semangat saya.Biar berkobar-kobar.
“saya masih bingung pak”
“Bingung kenapa?...sudah jelas kalo kamu mendapatkan beasiswa itu.Sekarang tinggal kamu siapkan diri saja.belajar yang rajin.Ikuti SPMB dan berdoa kamu lulus” Pak Tri berkata seperti Bung Tomo kala itu.seperti kesal melihat saya yang masi berkutat pada ketidakmegertian saya saat itu.
“saya bingung harus bilang apa pada ibu?..beliau sudah sangat tidak memberi restu pada saya untuk kuliah. Jangan kan untuk kuliah pak, Untuk beli sepatu saja ibu harus pontang panting pinjam uang kesana-kemari”
“Bodoh kamu...!!! jangan berpikir Tuhan itu diam.Tuhan tidak tidur. Jika kamu berpikir seperti itu.Kapan kamu bisa maju.Semuanya akan ada jalan. Bila kamu mau berusaha.Masalah uang jangan jadi hambatan.kamu harus tanamkan bahwa Tuhan tidak lah pelit” Kata-kata darinya sungguh bagai cambuk keras yang menerkam wujud saya.Sampai pada ulu hati dan membangkitkan adrenalin diseputar tubuh saya.Sungguh itulah kalimat penakluk yang saya terima dari seorang guru.kalimat yang telah merubah pendiriian saya. Kalimat yang telah merubah pikiran dan tekad saya untuk berkuliah setinggi-tingginya.
“Baik pak!...Tapi saya tak tahu bandung pak”
“Kamu punya saudara?”
“Tidak pak...”
“coba tanya pada pak budi atau pak aep”
Saya menanyakan bandung pada dua guru itu.Lengkap.diberi peta dan tarif ongkos.Bandung sungguh telah ada di ubun-ubun. Kota yang saya kagumi karena Persib nya.Cerita kecil saat saya mengagumi Robi darwis,kekey Zakaria,Anwar sanusi sampai sutiono.Bandung yang saya sering liat di TV lewat acara TVRI stasiun Bandung.Hanya kenal satu wilayah disana.Cibaduyut.
Sampai saya di rumah.saya melihat ibu sedang marah-marah karena dagangan di warungnya ada yang mencuri.Saya tak berani untuk membicarakan perkara beasiswa itu. Takut marahnya ibu terlimpah pada saya.
Harus saya tunggu Momen yang tepat.Bernegosiasi.
“Mah!....” saya penuh takut
“Apa?”....
BERSAMBUNG (Tetep Stay Tune Bro!!!)
02.44
Doni Nurdiansyah

Posted in: 

1 komentar:
Mohon bantuannya sob, cara membuat widget "Terbaru" itu gimana ya??
Posting Komentar